Visit Greenpeace.org and help save the climate.

SouLSeaRcHer

Bagi siapapun yang ingin melangkah bersamaku, marilah kita melangkah bersama. Langkahku berjalan seperti apa adanya aku, karena hidup hanya untuk ditapaki.


namakuthony

Tuesday, December 2, 2008

Mengkaji Alam I

Nun jauh disana kulihat sebuah rumah, rumah kecil, sekilas kita tidak akan pernah tau bagaimana orang dapat tinggal dan hidup didalamnya, karena kasat mata mungkin sekilas tak layak untuk ditinggali. Namun, perkiraan kita semua salah, di dalamnya hidup keluarga yang harmonis, ayah, ibu, dan kelima orang anaknya.
Kulihat sekelilingku, padang pasir yang luas menghampar, mustahil makhluk hidup bisa hidup di tempat seperti ini, sesaat benakku mengkaji tempat yang kusinggahi, atau mungkin pernah kusinggahi ini. Almaryeasa, ya itu nama tempat ini. Coba sejenak kalian ikut bersamaku, masuk kedalam alamku, sediakan waktu barang sejenak, menarilah denganku.
Langkah kaki pertama, panasnya pasir menyambut dengan manja telapak kakiku, dengan senyum dan tawa kecil, kulangkahkan kaki kedua, dan seterusnya, kuputari lembah ini, dan kubenamkan langkah keseratusku tepat di sebuah mata air, minumlah, dan reguk kenikmatannya. Minumlah air itu kawan, hilangkan dahagamu, reguk nikmatnya, sekarang buka matamu dan sadar yang kau minum itu adalah pasir.

“Pasir? Ya, pasir, karena kita sedang berada di sebuah gurun tandus, selami alamku dengan penuh keterjagaan, jangan tertidur”.
Tengoklah dibawah pohon besar itu, sekarang lihat diarah sebaliknya. “Kau bisa lihat semuanya? Dimanakah rumah yang tadi kubicarakan?” Lihat di belakangmu, “Adakah ia disana? Sekarang, lihat dibawah telapak kaki tempat kau berpijak, kau sedang berada diatasnya”.
“Diatasnya? Ya diatasnya”.

Sadarlah karena kau sedang berada di alamku, alam milikku. Kau bisa berada dimanapun, karena ini alamku. Jangan biarkan pikiranmu yang penuh dengan buih-buih kefanaan menghalangimu untuk menari bersamaku, bernyanyilah, menarilah. Semua suara indah terdengar disini, semua tarian menarik untuk di puji. Aku tak berusaha menarikmu keluar dari alammu, aku hanya mengundang kalian masuk kedalam alamku.
Silahkan masuk, ketuk perlahan, dan tinggalkan semuanya diluar. Maaf, kita semua sama.
Tolong, tolong ambilkan sebilah pedang yang ada di meja, kemarilah, hunuskan ke tubuhku, silahkan kau cari namaku ketika kau menanyakan siapa aku. Lakukan hal yang sama kepadamu wahai kawanku. Sekarang, kutanyakan, “Siapa namamu?”
Sudahkah kau temukan siapa dirimu? Ataukah, tidak ada siapa-siapa disana?
Aku berbicara, aku melihat, dan sekarang aku tertawa. Tapi aku tak bernama, maka jangan tanyakan namaku. “Sudah kau temukan siapa tuan rumahnya?”
Salam saudaraku, duduklah, letakkan pedang itu kembali ke tempatnya jika sudah kau selami alamku.

Sekarang, izinkan aku berbicara, atau tepatnya mengulang semua yang sudah pernah kau katakan kepadaku, esok, kemarin, atau seratus bahkan ribuan tahun yang lalu, dan akan datang.
Simpan baik-baik catatanmu, tak ada yang perlu kau catat, duduklah, dan menarilah bersamaku, pilihlah lagu kesukaanmu.

Mulailah dari gerakan yang kau rasa benar, karena ini alamku, kau bebas di dalamnya.
“Bukalah pakaian yang kau kenakan, lepaskan semuanya.” Seingatku, aku hadir tanpa sehelai benang-pun ditubuhku, pakaianku adalah kefanaan, kemelekatan, kesedihan, kecemburuan, amarah, sedih, bahagia, kemiskinan, kekayaan, baik, dan buruk.
Bicaralah, ini alamku, aku mengundangmu untuk masuk, tapi tolong adatmu, kebiasaanmu, tinggalkan diluar, disini kita sama.

Jujur kukatakan, alamku ini juga alammu. Kuundang kau masuk untuk melihat alammu yang dulu. Alamku juga tak seindah kelihatannya, penuh dengan debu ketika aku hadir kembali di dalamnya. KUhabiskan bertahun-tahun menangis saat kusadari kemunafikan yang sudah kubuat, kebanggan yang selalu kucari, dan disini, aku berusaha, mungkin, untuk mengembalikan debu itu, ke asalnya.

Tuesday, November 18, 2008

Keluar untuk Masuk

Suatu pagi di sebuah komplek perumahan.
"Pak..pak, itu rumahnya kebakaran" Terdengar teriakan dari luar rumah.
Andi sang pemilik rumah yang kebetulan sedang duduk menonton TV di dalam rumah tidak menghiraukan teriakan itu. "Ah, palingan juga cuma orang yang mau jualan perabotan kredit." Begitu celetuknya kepada Ani istrinya.
Tidak lama terdengar lagi suara orang berteriak-teriak di halaman rumahnya, "Pak cepat keluar, rumahnya kebakaran!!". Suara orang yang ramai berteriak-teriak akhirnya mengusiknya untuk beranjak melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Sesaat ia tertegun, tampak ramai orang berkerumun di halaman rumahnya. Akhirnya ia pun keluar dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Astaga, rumahku!!." Begitu teriaknya ketika melihat bahwa atap rumahnya sudah terbakar dan api mulai menjalar keseluruh bagian atap dan dinding rumahnya. Ia pun segera berlari kedalam dan menarik istrinya untuk segera keluar rumah dan menyelamatkan diri.

Apa yang sebenarnya terjadi diatas adalah penggambaran tentang kenyamanan, keamanan, kita melihat diri kita hanya dari sisi kita sendiri. Kita sudah lama berada di dalam satu keadaan yang kita sebut dengan "kenyamanan" dan kita enggan untuk belajar. HIngga akhirnya kita sadar ketika alam sudah berubah, dan alam menyadarkan kita dengan kasihnya. Tidak ada salahnya sekali-kali kita mencoba meminta pendapat orang tentang diri kita, karena sebenarnya kita sama. Kaca yang saya gunakan untuk bercermin belum tentu lebih baik dari kaca yang dimiliki oleh orang lain yang tampak lebih buruk dari keadaan kita sendiri.

Belajarlah untuk bertanya dan membuka dirimu.... termasuk aku. Aku'pun masih belajar, belajar melupakan semua. ^^

Tuesday, September 2, 2008

Mengkaji alam hari ini.

Oke, mulai dari mana enaknya ya? hmm...
Bagaimana kalau dari diri sendiri saja, aku rasa itu sangat jauh lebih baik. Ya, mengkaji diri sendiri jauh lebih baik daripada mengkaji apa yang terjadi di luar diri.

Seperti yang kita kenal, alam semesta terdiri dari dua, Makro dan Mikro. Apa yang terjadi diluar adalah hasil refleksi dari apa yang terjadi di dalam diri kita masing-masing.

Mengkaji diriku :
namakuthony, ya namaku adalah thony.
Aku adalah seseorang yang merasa mandiri (merasa, bukan berarti mandiri) karena aku penuh dengan ketergantungan dengan lingkungan sekitarku. Tidak ada seorang-pun yang dapat menyangkal bahwa kita semua saling memiliki ketergantungan dengan lingkungan sekitar kita.
Banyak hal luarbiasa yang sudah kulalui, dan menurutku kalian tidak sehebat diriku (jujurlah dengan diri sendiri, kalau bukan kita sendiri yang memulai memuji diri sendiri, apakah kita hanya mengharap komentar orang lain yang belum tentu kita mengerti apa yang dicetuskan oleh hatinya).

Satu diantara hal luar biasa yang aku alami adalah menjalani hidupku dengan menjadi diriku sendiri, dan memiliki partner terhebat dalam hidupku.

Dia selalu membawa aku kembali menjadi diriku sendiri. Tidak menolak semua keegoisanku, dan menyadarkan aku dengan segala keegoisannya. Tidak ada yang harus dipujui berlebihan, karena kami saling mengisi. Menurutku, itu yang paling penting didalam perumusan sebuah hubungan dan menjalaninya dengan sepenuh hati menjadi dirimu sendiri.

Dua diantara hal luar biasa lainnya adalah aku hidup dan berjalan bersama egoku.
(Sebutkan hal yang kalian lakukan dengan ego kalian, dan kalian aman bersamanya, bisa hidup darinya).

Aku, makhluk bernama manusia, yang mengenakan jubah kemelekatan yang jika tak disadari membawaku kembali mengarungi arus samsara ini, berkeliat ditengah arus ego yang deras mengalir, bayangkan jika ego-mu tidak cukup kuat melawan arus ego yang lain, berarti...
Kita hanya hidup didalam ego orang lain, menyerah kalah, dan menjadi orang lain.

Hal lain tentang manusia bernama thony adalah, dia pembohong.
Ya, aku adalah seorang pembohong, bukan pembohong yang seperti kalian kenal selama ini, semua manusia memang tampak jujur diluarnya. Tetapi, coba tanyakan dengan hati kalian, apakah kalian sudah jujur dengan hati kalian? Jujur dengan apa yang kalian perbuat dan alami.
Satu imbas besar dan itu akan mengikat kalian selamanya jika mencoba merubah polanya, tempatkan jujur keluar dan kemunafikan kalian kedalam, apa yang terjadi??

Semua orang akan mengutuk atas ucapanmu yang keluar begitu tajam tanpa tercermin dari dalam hatimu, tanyakan apakah kamu sudah benar lebih baik dari perkataanmu.

Well, sedikit saja yang coba aku buka tentang alam semesta kecil yang ada dalam diriku.
Hanya sebagian kecil, karena mengurus diri sendiri tidak lebih rumit dibandingkan mengurus alam semesta yang sama luas dan rumitnya diluar sana.
Bayangkan, jika masing-masing kita hanya mengkaji diri kita, tanpa berusaha mengurusi urusan orang lain, kekurangan orang lain dan cacat yang dibuat olehnya?
Ya, alam semesta akan jauh lebih baik. Sangat jauh lebih baik.

Belajarlah tertawa, tersenyum, bukan untuk siapa-siapa... hanya untuk dirimu sendiri.


Sekarang, kita coba melangkah keluar, lihat dan perhatikan, jangan menilai, jangan pernah membuat penilaian, lihat dan perhatikan saja, ambil pop corn dan minuman ringanmu... nikmati saja. Ingat! jangan membuat penilaian.

Ada banyak peran yang dimainkan diluar sana, dan jangan kalian pikir bahwa itu semua diciptakan dan disutradarai oleh seorang sutradara besar dan hebat, kalian keliru wahai saudaraku...

Sutradara terbesar itu ada di dalam diri kita sendiri. Ya, kita yang membuat semua kekacauan ini. Siapa yang bertanggung jawab, kita.
Tujukan "kita" itu kepada diri kita masing-masing, bukan "kita" dalam konotasi jamak yang berarti sekelompok orang.

Sekali lagi, ambil segenggam pop con-mu, dan minumlah sedikit, lalu kembalilah menjadi pemerhati alam, jangan menilai, tetapi... silahkan mengkaji....

Selamat mengkaji alam hari ini, mulai dari hari ini.
"Good plan today is better than perfect plan tomorrow"

Monday, September 1, 2008

Termasuk yang manakah kamu???

Ada hal yang selama ini gw amatin, dan akhirnya bisa gw simpul'in. Kedengarannya biasa tetapi itu selalu terjadi dalam kehidupan kita.

Pasif dan Aktif

Kali ini konteksnya berhubungan dengan relationship.
A : "Cewek itu mantan gw, makin cantik aja dia.."
Gw : "Mantan?"
A : "Iya.." (sambil mengangumi kecantikan mantannya)
Gw : "CLBK nih?"
A : "Ah, gak kok, cuma inget aja dulu waktu masih jadian.."
Gw : "Kenapa putus?"
A : "Gw diputusin.."
Gw : "Berarti lo cowok pasif donk?"
A : "He?"

Hmm... Dari obrolan singkat ma temen gw itu, gw lantas berfikir, dia diputusin..
di-putuskan (Pasif), me-mutuskan (Aktif)

Dan kalo dikaitkan dengan kejadian yang dia alamin, berarti dia yang menerima keadaan dan kenyataan kalau dia di-putusin sama mantannya itu. Sementara kalau dia me-mutuskan, berarti dia adalah pria aktif, yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu.

Aktif dan pasif ini juga kalau kita lihat gak hanya berhubungan dengan relationship aja.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga terkadang mengalami hal-hal yang membuat kita termasuk dalam golongan tersebut.

Mutusin atau diputusin (relationship), membuat atau dibuat (lifestyle), membuat keputusan atau hanya mengikuti hasil keputusan (bos dan bawahan), dll....

Nah...

Masuk ke dalam golongan apakah kita?
Apakah golongan manusia aktif, ataukah yang pasif?





nunggu sahur

Hari ini (tepatnya sebentar lagi sih) udah masuk ke bulan Ramadhan.
Kebetulan, (atau memang kebiasaan) gw belum bisa tidur neh, dari tadi keasyikan dan autis online. Hari ini gw online dari pagi sampe sahur, semept keputus karena tadi sore mati lampu.

Ngomong mati lampu, untung hari ini mati lampu gak kaya' kemaren, dari jam 4 sore sampe jam 8 pagi, gila kali yah tuh PLN apa gak sadar klo listrik mati, banyak orang yang gak ada kegiatan dan langsung tidur, iya klo langsung tidur, klo gak???
hmmm.. bisa dibayangkan berapa banyak pertambahan penduduk yang terjadi dalam 9 bulan kedepan??

Eh iya, kembali ke topik soal nunggu sahur, klo dipikir2, ini udah tahun ke-8 gw sahur sendirian alias gak dirumah lagi.. hmmm.. mungkin banyak orang yang lagi seneng2 sekarang bareng2 keluarganya sahur bareng hari pertama puasa.
Kadang kangen juga sih sama masakan rumah. Rendang, telor dadar pasti jadi menu utama kalau sahur. Hmm.... jadi pengen pulang! hahaha..

Bicara soal puasa, gw jarang banget ngerasa enaknya puasa klo gak dirumah, makanya puasa tuh baru berasa banget klo dah ada di rumah, apalagi pas sahur dan buka'nya, pasti rame kumpul bareng2 sama keluarga. Yang gw inget, selalu ada candil dan gorengan yang banyaaaaaaakkk banget klo buka puasa, makanya gak heran giliran tarawih, gw sama adek gw pura2 sibuk di kamar atau ketiduran biar gak diajak sholat terawih.. hahahahaha

Hmm.. mungkin sebentar lagi gw gak bisa negrasain itu selamanya, entah tahun depan mungkin gw udah sahur dan buka puasa bareng sama istri gw, berdua di rumah baru, sama2 kesepian, dan saling mengisi.. hmmm.. ya mungkin.

Wah, gak kebayang deh jadi suami ya? hehe..
sementara mungkin temen2 gw yang laen dah pada nikah semua, dan malem ini dah pada nunggu sahur dan imsyak bareng sama istri tercinta, bahkan anak2nya.
(kok gw jadi mellow ya?) hahahahaha..

Udah deh, daripada gw ngelindur gini, mendingan sekarang gw nyari cemilan (maaf ya sayang jadi gak kecil2 perutnya) hehehe...

Well, selamat berpuasa bagi yang menjalankan...
mohon maaf lahir dan bathin? (emang dah lebaran ya??)

Wednesday, June 4, 2008

Mau Sehat? Kurangi Makan Telur!

Jakarta Telur bisa menjadi asupan protein dalam tubuh. Tapi menurut penelitian, konsumsi telur berlebih ternyata tidak baik bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Menurut American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi telur kurang dari enam butir per minggu tidak akan menimbulkan efek buruk, namun jika lebih dari itu, akibatnya akan fatal bagi kesehatan.

Dr. Luc Djousse dan Dr. J. Michael Gaziano dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School yang dikutip detikhot dari MSNBC, Senin (26/5/2008) menjelaskan bahwa orang yang mengkonsumsi lebih dari enam butir telur setiap minggu dapat meningkatkan risiko kematiannya hingga 23 persen.

Pada penderita diabetes, risiko kematian itu bertambah hingga dua kali lipat. Namun bagaimanapun para ahli itu juga menjelaskan, pada porsi yang sesuai, konsumsi telur akan sangat berguna bagi tubuh, namun jika berlebihan, penyakitlah yang akan ditimbulkan.

Oleh karena itu, mulailah pola hidup sehat!(kee/yla)

sumber : detik.com

Monday, June 2, 2008

currently have no idea!!!

ide, bukan sesuatu yang hanya akan aku tuliskan.
ada banyak hal yang seharusnya bisa aku tuangkan daripada sekedar menulis ide-ideku.

mengapa kita tidak segera bertindak, karena dunia menunggu untuk di sentuh??
tuangkan, dan buatlah semuanya menjadi nyata!!!

buka mata lebar2, dan saksikan kebodohan yang selalu disajikan kepada kita semua!!!
aku lebih pintar dari mereka semua, tetapi dunia sedang membutuhkan orang2 bodoh untuk membodohi dunia.

daripada menjadi salah satu dari mereka, lebih baik tampil aneh dan melawan caci maki dunia!!

jangan ikuti langkahku, karena belum tentu kau tidak lebih kuat dariku.
jadilah penonton yang baik, dan jangan ikuti mereka yang mencaci maki para makhluk2 jenius!

be there!!